Senin, 16 Februari 2009

The Last Harry Potter

Judul Asli : Harry Potter and the Deathly Hallows
Judul Indonesia : Harry Potter dan Relikui Kematian
Tgl terbit : Januari 2008
Penulis : J.K Rowling
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Harry Potter dan Relikui Kematian (Inggris: Harry Potter and the Deathly Hallows) adalah buku ketujuh dan terakhir dari seri novel Harry Potter oleh J.K Rowling.
Versi terjemahan dalam bahasa Indonesia ini telah diterbitkan dalam versi hardcover dan softcover, masing-masing pada 13 dan 26 Januari 2008. Sebelumnya, versi bahasa Inggris Deathly Hallows, diluncurkan secara serentak di seluruh dunia di 93 negara pada tanggal 21 Juli 2007, satu menit setelah tengah malam (00:01).
Rowling menyatakan bahwa seri terakhir ini berkaitan erat dengan buku sebelumnya, Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran, yang menurutnya "hampir seperti dua bagian dari satu novel".
Dalam situsnya pada 6 Februari 2007, Rowling menyatakan
"Walaupun saya menyukai setiap buku Potter sebelumnya, 'Deathly Hallows' adalah favorit saya, dan ini adalah sebuah cara yang sangat menyenangkan untuk menyelesaikan serial ini." Buku ini mendapat predikat best-seller di Amazon hanya beberapa jam setelah tanggal peluncurannya diumumkan.
Di awal cerita, di kisahkan Harry Potter yang telah beranjak dewasa di haruskan meninggalkan rumah keluarga Dursley yang selama ini telah memberinya tempat tinggal selama musim panas. Bersama 6 orang anggota Orde Phoenix lainnya yang menyamar menjadi Harry dengan meminum ramuan polijius, mereka meninggalkan rumah Dursley dengan menggunakan alat transportasi sapu.
Di tahun ini, Harry, Ron dan Hermione tidak lagi kembali ke Hogwarts. Mereka bertiga menenmpuh perjalanan untuk mencari dan menghancurkan hocrux-hocrux yang pernah dibuat oleh Lord Voldemort. Hocrux-hocrux yang semuanya berjumlah tujuh buah tersebut haruslah dihancurkan agar Voldemort bisa dimusnahkan.
Perjalanan yang mereka tempuh menjadi semakin sulit saat kekuasaan Voldemort makin meluas. Dia telah berhasil mengendalikan sebagian besar dunia sihir dan Kementrian Sihir pun telah jatuh ke tangannya. Harry, Ron dan Hermione harus sangat berhati-hati karena mereka menjadi target utama pencarian oleh Voldemort dan pasukan Pelahap Mautnya.
Di tengah perjalanannya mencari hocrux, mereka bertiga menemukan kisah tentang Relikui Kematian melalui buku cerita anak-anak milik Hermione yang merupakan warisan dari Dumbledore. Relikui Kematian merupakan tiga benda legendaris yang dapat menaklukkan kematian dan terdiri dari; Tongkat sihir Elder, Batu Kebangkitan dan Jubah Gaib. Tetapi, Hermione berusaha mengalihkan perhatian Harry dan Ron dari relikui kematian tersebut dengan memfokuskannya pada pencarian Hocrux.
Pada pertempuran yang melibatkan banyak pihak ini merupakan pertempuran terbesar yang terjadi dalam sejarah dunia sihir sejak kejatuhan Voldemort enam belas tahun yang lalu. Sejak awal cerita, banyak korban telah berjatuhan dari kedua belah pihak, termasuk para muggle yang tidak bersalah.
Tetapi, ada juga peristiwa baik dan menyenangkan terjadi di buku ini. Pernikahan Bill Weasley dan Fleur Delacour, Remus Lupin dan Nymphadora Tonks merupakan sedikit pencerahan dari kegelapan yang terus membayangi buku terakhir petualangan Harry Potter ini. Selain itu, cerita cinta Harry Potter dengan Ginny Weasley yang merupakan adik dari sahabatnya Ron Weasley, disajikan secara singkat ditengah-tengah pergolakan yang terjadi. Tak luput juga dari perhatian, kisah cinta Hermione dengan sahabatnya sendiri, Ron Weasley juga semakin seru dan romantis.
Di akhir cerita, Harry yang telah mengumpulkan benda Relikui Kematian dan mengalahkan kematian, berhasil menghancurkan semua hocrux-hocrux milik Voldemort dengan bantuan kedua sahabatnya dan pada akhirnya juga berhasil membunuh Voldemort.
Selain itu, pada akhir kisahnya, akan terkuak sebuah kenyataan yang mengejutkan. Semua kejadian di masa lalu akan di jelaskan dengan gambling dan terperinci. Tokoh-tokoh misterius yang muncul di cerita-cerita awal akan menjadi jelas jati dirinya di buku ini. Juga kenyataan bahwa yang terlihat baik tidak selalu baik dan yang terlihat jahat tidak selalu jahat

***
Di buku ini J.K Rowling berhasil membuat para pembacanya terhanyut dalam pertempuran di dunia sihir. Jalan cerita yang tidak terduga merupakan klimaks dari seri petualangan Harry Potter.
Banyaknya kejadian-kejadian yang tidak terduga terjadi di buku ketujuh ini, membuat 999 halaman terasa tidak terlalu banyak. Karakter-karakter para tokoh di sini menjadi kuat dan jelas. Masa lalu tokoh-tokoh yang cukup dominan dalam cerita-cerita sebelumnya dibeberkan secara gambalang oleh Rowling, membuat para pembaca lebih memahami lebih dalam karakter tokoh-tokoh tersebut.
Sayangnya, dari epilog yang diberikan oleh Rowling, kurang dapat memuaskan keingintahuan para penggemarnya. Epilog yang ditampilkan cukup singkat dengan beberapa tokoh baru yang tidak jelas – meskipun kita tetap dapat dengan mudah menebak hubungan mereka dengan tokoh-tokoh sentral. Selain itu, beberapa tokoh lama terkesan dihilangkan atau tidak diceritakan dalam epilognya.
Oleh karena itu, disini Rowling memberikan informasi tambahan mengenai masa depan dari para tokoh-tokoh utama yang tidak jadi dituliskannya di epilog dalam sebuah wawancara.
Ia menyatakan:
Harry menjadi seorang Auror di Kementerian Sihir dan kemudian diangkat sebagai Kepala Departemennya. Ia tetap menyimpan motor Sirius yang sudah diperbaiki oleh Arthur Weasley, tapi ia sudah tidak lagi bisa berbicara Parseltongue setelah hancurnya bagian jiwa Voldemort yang ada di dalam dirinya.
Ginny Weasley bermain untuk tim Quidditch Inggris dan Irlandia, Holyhead Harpies selama beberapa waktu, dan kemudian menjadi jurnalis kepala untuk Quidditch di Daily Prophet.
Ron bekerja selama beberapa saat bersama George di tokonya, Weasleys' Wizard Wheezes, dan belakangan menyusul Harry menjadi Auror.
Hermione menemui orang tuanya di Australia dan menarik Mantera Perubahan Memori yang dikenakannya kepada mereka. Ia pada mulanya bekerja di Kementrian Sihir pada Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib, secara besar-besaran memperbaiki kehidupan para peri-rumah dan makhluk sejenisnya. Ia belakangan pindah ke Departemen Pelaksanaan Hukum Sihir dan membantu menghapuskan hukum yang sangat pro-darah murni.
Rowling menjelaskan bahwa Albus Dumbledore adalah seorang yang berorientasi gay dan mengalami cinta tak berbalas dengan Gellert Grindelwald. Rowling juga menceritakan tentang masa depan para tokoh lainnya:
George Weasley menjalankan toko leluconnya yang sangat berhasil, yang dibantu Ron pada awalnya. George menamai anak pertamanya Fred, mengikuti kembarannya yang telah tewas.
Luna Lovegood berpetualang ke berbagai tempat di dunia untuk mencari makhluk-makhluk yang aneh dan unik. Ia akhirnya menikah dengan Rolf, cucu dari seorang naturalis terkenal, Newt Scamander, penulis buku Hewan-hewan Fantastis dan Di Mana Mereka Bisa Ditemukan. Majalah sihir milik ayahnya, The Quibbler, telah kembali ke kondisi biasanya yang "memuat berita-berita aneh" dan dihargai untuk humornya yang tak disengaja.
Firenze diterima kembali ke kawanannya, yang akhirnya mengakui bahwa kecenderungannya yang pro-manusia bukanlah sesuatu yang memalukan tetapi terhormat.
Dolores Umbridge ditahan, diinterogasi, dan dipenjarakan atas kejahatan terhadap para penyihir kelahiran Muggle.
Cho Chang menikahi seorang Muggle.
Neville Longbottom akhirnya menikah dengan Hannah Abbott.
Terjadi perubahan besar di dunia sihir secara luas:
Kingsley Shacklebolt menjadi Menteri Sihir, dengan Percy Weasley yang bekerja di bawahnya sebagai pejabat tinggi. Salah satu reformasi yang dibuat oleh Shacklebolt, Azkaban tidak lagi mempergunakan Dementor sebagai penjaganya. Hasilnya, dunia menjadi "tempat yang lebih cerah".
Harry, Ron, dan Hermione juga telah mewarnai perubahan Kementerian menurut kemampuan mereka masing-masing.
Di Hogwarts, Asrama Slytherin menjadi lebih cerah dan tidak lagi menjadi kubu darah-murni sebagaimana yang pernah terjadi sebelumnya. Namun demikian, reputasi gelapnya tetap ada. \
Kutukan Voldemort atas posisi Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam juga turut lenyap menyusul kematiannya, sehingga sekarang sudah ada guru Pertahanan yang permanen.
Lukisan Snape, yang sebentar saja menjabat Kepala Sekolah Hogwarts setelah kematian Dumbledore, tidak muncul di dinding kantor kepala sekolah karena ia meninggalkan posnya. Harry berusaha untuk melobi agar lukisan Snape ditambahkan di sana, dan mengungkapkan kepada semua orang akan kesetiaan Snape yang sesungguhnya.


Nama : Farahdiba Rahma Fitri
Kelas : XI-IB
Sumber : www.wikipedia.com dan www.bukukita.com

Tidak ada komentar: